Pertanian Sumut
Tapanuli Selatan Kembangkan Padi Siporang di Dataran Rendah
Tapsel - Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, sukses mengembangkan varietas padi asal daerahnya bernama Siporang dengan hasil panen perdana mencapai 5,2 ton per hektare.
Siporang adalah varietas padi organik endemik di Tapanuli Selatan (Tapsel). Varietas padi ini sudah lolos sertifikasi dari Kementerian Pertanian dan mendapat Sertikat Tanda Daftar Varietas Tanaman.
Pada Juni 2022 Pemkab Tapsel mengamanahkan PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, untuk terlibat dalam pengembangan budidaya Siporang.
Lalu dikembangkanlah budidaya Siporang oleh kelompok tani binaan PTAR dengan dukungan Dinas Pertanian dan Balai Penyuluh Pertanian Bayangtoru. Hingga belum lama ini dilakukan panen perdana di persawahan Kelompok Tani Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru dengan hasil pengubinan sebanyak 5,2 ton per hektare.
Sekretaris Dinas Pertanian Tapsel Muhammad Taufik Batubara mengatakan, panen perdana itu merupakan momentum penting dalam pengembangan budidaya Siporang. Hal itu karena selama ini Siporang dibudidaya di datatan tinggi Sipirok yang memiliki ketinggian di atas 800 mdpl.
Namun panen hasil budidaya di Batangtoru membuktikan bahwa Siporang juga mampu tumbuh dengan baik di dataran rendah. Ini membuka kemungkinan untuk pengembangan Siporang di dataran rendah lain.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PTAR yang telah banyak bekerja sama dengan pemerintah dalam penguatan sektor pertanian, serta telah banyak membuat program di sekitar lingkar tambang," katanya, Jumat 24 Maret 2023.
PTAR menilai hasil panen sebanyak itu sudah cukup baik mengingat budidaya Siporang dilakukan secara organik. Hasil panen itu bahkan tidak terpaut jauh dengan rata-rata produksi padi nasional yang sebanyak 5,7 ton per hektare.
PTAR pun yakin hasil panen Siporang masih bisa ditingkatkan hingga melebihi rata-rata produksi padi nasional. Dan dapat dipanen dua kali dalam setahun.
"Ke depannya kami menargetkan angka 5,6 hingga 5,8 ton per hektare untuk sekali panen, dua kali per tahun, dengan sistem organik ini," kata Rohani Simbolon, Community Development Manager PTAR.
Dia memastikan untuk menggenjot produktivitas itu PTAR akan memberikan berbagai dukungan. Mulai dari pupuk kompos, pupuk cair untuk budidaya organik serta pupuk dan pestisida kimia untuk budidaya konvensional.
PTAR juga akan memberi dukungan berupa peningkatan kapasitas dan pendampingan dari awal budidaya hingga panen, bersama BPP Batangtoru. Dan selain dikembangkan di Kelompok Tani Aek Pahu Desa Napa, PTAR pun akan mengajak Kelompok Tani Permata Hijau Desa Sipenggeng dengan metode konvensional.
"Dukungan ini adalah bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas sektor pertanian di Tapsel sehingga secara langsung dapat meningkatkan perekonomian lokal di sekitar wilayah tambang," pungkas Rohani.