Capai 36 Derajat Celcius, Terik Panas di Sumut Dekati Kategori Ekstrem

Hal itu Karena kenaikannya tidak lebih dari tiga derajat celcius dari suhu rata-rata dalam lima tahun belakangan. Adapun suhu panas dan kering yang melanda menurut dia merupakan siklus cuaca di wilayah tropis dua musim.
Saat ini tutupan awan di Sumut, khususnya Kota Medan, sangat kecil. Yang mana terpantau udara yang stabil dan kelembaban udara di wilayah lapisan atas cenderung kering, berkisar 28-60%.
“Proses pertumbuhan awan di wilayah Sumatera Utara, sangat tipis. Jadi cahaya matahari yang sampai kita rasakan tidak ada penghalang sehingga kita rasakan panas dan gerah. Apalagi kemarin kita rasakan saat puasa, terutama yang beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.
Sedangkan terkait kondisi cuaca yang cepat berubah belakangan ini, misalnya dari panas kemudian hujan dan sebaliknya. Budi menyebutkan kondisi itu masih sering terjadi.
Yosi Sukmono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumut meminta masyarakat untuk lebih waspada menghadapi cuaca saat ini. Masyarakat dan stakeholder diminta terus berkolaborasi untuk meminimalisir dampaknya.
Komentar