Respons Ketum KNPI Haris Pertama terhadap Pernyataan Rasis Ketum Gadungan

Ketum DPP KNPI Haris Pertama.

"Siapapun warga keturunan yang sudah menjadi warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga lain," tegasnya.

Haris menilai pernyataan dari oknum yang mengaku sebagai Ketum KNPI muncul karena yang bersangkutan belum memahami makna Bhineka Tunggal Ika. Yang bersangkutan juga dinilai belum memahami arti dan dampak buruk dari sikap rasis dan yang menyinggung SARA.

"Itulah kualitas dari orang yang mengaku sebagai Ketua Umum DPP KNPI. Dari situ saja sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai siapa yang asli dan siapa yang tidak," pungkasnya.

Seperti diketahui, La Ode Umar Bonte, selain mengaku sebagai Ketum DPP KNPI juga melontarkan pernyataan yang dinilai rasis dan bernuansa SARA oleh berbagai kalangan. Dalam pernyataannya Bonte menyinggung bakal calon Presiden Anies Baswedan.

Pernyataannya itu disampaikan dalam video yang diunggah dengan akun @umarbonte01 di salah satu platform media sosial. Bonte meminta masyarakat dan pemuda untuk menolak Anies Baswedan menjadi Presiden karena mantan gubernur DKI Jakarta itu bukan asli putra bangsa.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...