Hari Medsos Nasional, Waspadai Informasi Hoaks Jelang Pemilu 2024

"Apalagi Indonesia relatif sukses melakukan transformasi digital. Penetrasi internet di sini sudah mencapai 77% sampai 80%, sementara kepemilikan ponsel pintar sudah 80%. Jadi, kalau orang berniat buruk menyebarkan hoaks dan disinformasi politik, itu sudah ada di genggaman, ada sarananya," terang Usman.
Lebih lanjut, Usman mengajak para aktor atau elit politik untuk memberi teladan kepada konstituen atau pemilihnya serta masyarakat secara umum. Yakni dengan mengedukasi masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks atau disinformasi politik.
"Karena kalau elit atau aktor politik memberikan teladan kan, konstituennya juga akan ikut," ujar dia.
Dia memastikan, disinformasi politik mengurangi atau menurunkan kualitas demokrasi di negara mana pun, termasuk Indonesia. Kualitas demokrasi sebuah negara dapat terganggu karena masyarakat tidak diberikan informasi yang tepat, akurat dan rasional tentang kandidat atau partai politik yang akan dipilihnya.
"Mari kita jadikan Hari Media Sosial Nasional tahun ini bersamaan dengan tahun politik di Indonesia menghadapi Pemilu 2024, sebagai momentum untuk menggunakan media sosial bagi kebaikan, menampilkan informasi yang akurat dan tepat," ajak Usman Kansong.
Komentar