Anies Temui Perwakilan 14 Elemen Buruh di Kabupaten Bogor

Anies Baswedan.

Dia berharap Anies bisa memikirkan hal tersebut jika kelak terpilih menjadi Presiden. "Akar masalah kami karena Undang-Undang Cipta Kerja, Pak. Nanti tolong apakah dicabut atau direvisi uu itu," ujar Mujimin.

Anies menyimak dan mencatat setiap keluhan dan masukan yang disampaikan perwakilan elemen buruh. Dia bertekad akan memperjuangkan nasib buruh agar kondisi mereka kelak lebih baik dari saat ini.

Yakni dengan cara melanjutkan kebijakan yang pernah dilakukan saat menjadi gubernur DKI. "Kami membawa catatan dan rekam jejak saat bertugas di Jakarta. Jadi kami tidak hanya berjanji. Insya Allah semua masalah (buruh) akan kita bereskan jika dipercaya memimpin Republik ini," tegas Anies.

Gubernur DKI periode 2017-2022 itu berharap agar usahanya melanjutkan keberpihakan pada buruh didukung penuh para elemen buruh itu sendiri. Diskusi tentang kesejahteraan buruh, lansia, masyarakat disabilitas dan pendidikan anak-anak tidak akan bisa dia realisasikan dan pe jika perolehan suaranya tidak maksimal di Pilpres 2024.

Adapun perwakilan elemen buruh yang terlibat dalam pertemuan itu antara lain berasal dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Aqua Group (SP-Aqua) dan Serikat Pekerja Indocement (SP-Indocement). Kemudian Serikat Buruh Pabrik Garmen dan Tekstik (SB-Gartek), Serikat Pekerja/ Buruh Pabrik Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman (SP-RTMM), serts Serikat Pekerja/ Buruh Daring (SP-Speed),

Lalu Serikat Pekerja/ Buruh Pabrik Kimia Energi Pertambangan (SP-KEP), Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia 98 (PPMI 98) dan Serikat Buruh Pabrik Logam Energi Metal (SB-LEM). Selanjutnya Forum Buruh Bogor, Forum Buruh Perempuan, Serikat Pekerja Pabrik Logam Mesin Elektronik (SP-Lemonik), Kelompok Kerja Sub Unit Angkutan Umum 05 (KKSU-05), dan Serikat PHRI (Persatuan Hotel Republik Indonesia).

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...