Gempa Bumi Maroko

Paling Mematikan Sejak 1960, Korban Tewas sudah Tembus 2.000 Orang

Hasna, 44 mencium putranya Mohamed Jad, 5, di dalam rumah mereka yang rusak di Desa Moulay Brahim, Provinsi Al Haouz, akibat gempa bumi dahsyat di Maroko, (9/9). Antara/Reuters/Nacho Doce/pri.

Di tengah kota yang menjadi situs Warisan Dunia UNESCO itu, sebuah menara masjid roboh di Lapangan Jemaa al-Fna. Beberapa rumah runtuh dan orang-orang menggunakan tangan untuk menggali puing sambil menunggu kedatangan alat berat, kata warga setempat bernama Id Waaziz Hassan.

Maroko mengumumkan berkabung nasional dengan mengibarkan bendera nasional setengah tiang di seluruh negeri selama tiga hari, kata istana kerajaan pada Sabtu. Angkatan Bersenjata Maroko akan mengerahkan tim ke wilayah terdampak untuk mendistribusikan air bersih, makanan, tenda, dan selimut, kata istana.

Gempa pada Jumat terjadi pada kedalaman 18,5 km, yang biasanya lebih merusak ketimbang gempa lebih dalam dengan kekuatan yang sama. Gempa itu menjadi yang paling mematikan di Maroko sejak 1960, ketika sebuah gempa diperkirakan menewaskan setidaknya 12.000 orang, menurut USGS.

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...