Berzikir di Atas Perahu, Pemkab Siak Kembali Gelar Ritual Ghatib Beghanyut

Ritual Ghatib Beghanyut di Siak, Senin (11/9) malam.

Kemudian diadakan pawai obor dari Masjid Shahabuddin menuju pelabuhan untuk menaiki kapal feri dan beberapa sampan. Husni menjelaskan tradisi ini telah ada sejak zaman Kerajaan Siak dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Ghatib Beghanyut merupakan tradisi untuk menjauhkan seseorang atau masyarakat dari berbagai musibah penyakit dan peristiwa buruk. Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun setiap tahun melalui serangkaian zikir, tasbih, tahlil dan takbir yang dilakukan dengan berhanyut di Sungai Siak menggunakan beberapa sampan dan kapal feri.

Sebelumnya, pada pada pagi hingga siang hari, rombongan terlebih dahulu ziarah ke makam para Sultan Siak. Dimulai dari makam Sultan Abdul Jalil Rakhmadsyah atau Raja Kecik di Kampung Buatan Besar, Kecamatan Siak.

Kemudian ke kompleks makam Sultan ke-2 Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara, di Kecamatan Mempura, dan Kompleks Makam Koto Tinggi serta makam Sultan Syarif Kasim II di Kecamatan Siak.

"Alhamdulillah tadi kami juga telah melaksanakan ziarah ke makam sembilan Sultan Siak di empat lokasi berbeda," ucap Husni.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...