Ilmuwan Ungkap Penjelasan Ilmiah Penyebab Suhu Bumi saat Ini Lebih Panas

Letusan Hunga Tonga-Hunga Ha'apai itu juga meniupkan sekitar 500.000 ton sulfur dioksida ke stratosfer, yang cenderung mendinginkan planet ini. Campuran air dan belerang membuat dampak gunung berapi tersebut semakin rumit.
Sebuah studi dalam jurnal Nature pada Januari menyebutkan bahwa letusan tersebut sedikit meningkatkan risiko suhu global mencapai 1,5 derajat Celcius untuk sementara waktu, setidaknya dalam satu dari lima tahun ke depan.
"Ini adalah gunung berapi pertama dalam catatan pengamatan yang mungkin menghangatkan permukaan, bukan mendinginkannya," kata Luis Millan, ilmuwan pada California Institute of Technology.
Penelitian awal menunjukkan bahwa "gumpalan air mungkin bertahan hingga sekitar delapan tahun di stratosfer," yang merupakan lapisan atmosfer yang berjarak sekitar 10-50 km di atas Bumi, kata dia.
Holger Voemel, ilmuwan senior pada Pusat Penelitian Atmosfer Nasional AS (NCAR), berpandangan bahwa letusan gunung berapi mungkin mempengaruhi pemanasan global, meski vonis pasti mengenai hal itu belum ditentukan.
Komentar