Kemenpora RI
Saat Rapat Bersama Wapres Ma’ruf Amin, Menpora Dito Laporkan Progress Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan

Lanjut Menpora Dito mengatakan bahwa dari capaian-capaian RAN dan RAD tersebut, terdapat isu-isu yang penting yang harus diperhatikan bersama. Meliputi fokus mendorong domain IPP yang masih di bawah angka 50,00, mendorong target pencapaian IPP dalam mencegah prevalensi usia merokok.
“Terkait kepramukaan, penting memperhatikan kedudukan kelembagaan mereka, posisi mereka, dan anggaran yang disediakan,” papar Menpora Dito.
Isu penting lainnya, sebut Dito, yaitu sinkronisasi pelaksanaan koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan dengan berlandaskan Grand Design Manajemen Talenta Nasional Tahun 2022-2045.
"Kemudian memformulasi layanan kepemudaan yang mampu merespon pertumbuhan komunitas-komunitas kepemudaan yang terus bertumbuh secara organik namun tidak berbadan hukum," tuturnya.
Berikutnya, bagaimana memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dengan prinsip pentahelix untuk menyukseskan penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.
“Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai upaya yaitu optimalisasi komunikasi lintas sektor melalui diskusi reguler kelompok kerja, peningkatan upaya kolaborasi program kerja lintas sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan IPP,” jelas Menpora.
“Sinkronisasi penguatan Satu Data yang berkolaborasi dengan kementerian atau lembaga untuk pelayanan kepemudaan. Dan akselerasi penyelesaian Desain Besar Kepemudaan (DBKN),” imbuhnya.
Baca juga:
Menpora Dito Harap Kemenpora Tinggalkan Legacy Kepemudaan yang Lebih Baik
Mendengarkan laporan Menpora Dito, Wapres Ma’ruf Amin mengharapkan IPP tersebut bisa mengalami peningkatan. Dari 55,33 di tahun 2022, diharapkan bisa menjadi 57,67 di tahun 2024 ini.
“Jadi beberapa kendala itu kita telusuri. Masalahnya klasik, koordinasi antara organisasi perangkat daerah. Kemudian dukungan komitmen Pemerintah Daerah terus kita dorong supaya partisipasi pelayanan kepemudaan didukung semua daerah, kemudian indeks prestasinya terus kita tingkatkan,” ujar Ma'ruf Amin.
“Dengan ada beberapa indeks prestasi yang masih di bawah 50 itu, akan kita optimalkan dengan melibatkan kementerian terkait,” tegas Wapres.
Komentar