Tekan Lakalantas di Blackspot Jangga Dolok, Pemkab Toba Bersama Instansi Terkait Bahas Solusinya

Agustinus menegaskan, selain penanganan dari aspek perlrngkapan jalan, sosialisasi kepada masyarakat terkait keselamatan berlalu lintas juga sangat penting. "Banyak kecelakaan terjadi akibat human error, sehingga edukasi kepada pengendara mengenai bahaya berkendara di jalan rawan ini harus lebih ditingkatkan," tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumut menjelaskan bahwa telah dilakukan penanganan dibeberapa titik rawan diruas jalan tersebut, mulai dari perbaikan perkerasan jalan, pembuatan dinding penahan jalan yang longsor, hingga cutting bukit untuk memperbaiki jarak pandang ditikungan.

Sementara itu Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumut, menyatakan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan untuk menekan lakalantas dilokasi tersebut melalui penyediaan lampu penerangan jalan umum (LPJU), pemasangan rambu-rambu termasuk warning light.

Dedy Manurung, mewakili PT. Jasa Raharja menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya menekan lakalantas dititik rawan laka tersebut, melalui penyediaan rambu-rambu peringatan.

Mewakili Dirlantas Polda Sumut, AKBP Alimudin Sinurat, menyampaikan data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut menunjukkan, sepanjang Januari hingga September 2024, Kabupaten Toba mencatat 42 korban meninggal akibat lakalantas, sementara 278 korban mengalami luka-luka. Mayoritas korban merupakan warga lokal usia produktif.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...