BMT Fastabiq Tekankan Harmoni dan Kolaborasi Untuk Perkuat Dakwah Ekonomi

Forum ini mempertemukan jajaran pengurus pusat, manajemen cabang, serta tokoh inspiratif seperti Dr. Muzairi, yang berbicara tentang potensi besar dalam pengembangan dakwah di industri kesehatan, dan Tokoh Koperasi Irsyad Muchtar yang menyampaikan pandangan tentang arah kebijakan pemerintah terhadap koperasi, dan potensi ekonomi berbasis syariah yang masih terbuka lebar di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama BMT Fastabiq, Agus Jamaluddin menyoroti peluang dan tantangan ekonomi syariah khususnya BMT yang akan dihadapi ke depan. Menurutnya, digitalisasi, peningkatan daya saing, dan dinamika ekonomi adalah tantangan yang membutuhkan langkah strategis.
"Namun, kami percaya bahwa melalui inovasi dan kolaborasi, BMT Fastabiq dapat terus memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dakwah di Industri Kesehatan
Sementara itu, Dr. Muzairi, dalam sesinya, menyoroti potensi besar pengembangan dakwah melalui layanan di industri kesehatan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
“Korelasinya jelas, BMT Fastabiq memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan dakwah di industri kesehatan. Tren gaya hidup sehat membuka peluang besar untuk pembiayaan usaha di sektor ini, seperti klinik kesehatan, produk herbal, dan layanan berbasis kesehatan holistik. Dengan sinergi ini, Fastabiq dapat mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga secara spiritual melalui layanan berbasis nilai-nilai syariah,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pengembangan ini sejalan dengan visi dakwah Fastabiq yang inklusif, memadukan pendekatan ekonomi dan sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Pembicara berikutnya Irsyad Muchtar menyampaikan pandangan terkait perkembangan koperasi di Indonesia. Dalam konteks ini Irsyad mengulas potensi koperasi berbasis syariah yang menurutnya punya prospek cerah.
“Koperasi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kebijakan pemerintah kini semakin berpihak pada digitalisasi dan inovasi, yang menjadi peluang bagi lembaga seperti BMT Fastabiq untuk semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Komentar