Bukan Sekadar Pendiri Bank, UIN Jakarta Kupas Warisan Margono: Membangun Ekonomi dari Akarnya

RM Margono bukan sekadar birokrat masa awal kemerdekaan. Ia mendirikan BNI pada 1946 di tengah keterbatasan pascakolonial, menjadikannya bank nasional pertama sekaligus berfungsi sebagai bank sentral de facto sebelum lahirnya Bank Indonesia.
Lebih dari itu, Margono juga dikenal sebagai penggerak koperasi yang menyatukan nilai-nilai lokal dan prinsip keuangan modern—jauh sebelum konsep ekonomi inklusif menjadi tren dunia.
Seminar ini menghadirkan Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar sebagai keynote speaker, serta para narasumber dari lintas disiplin, seperti Prof. Sugeng Priyadi, Prof. Jajat Burhanuddin, dan Nixon LP Napitupulu.
Menariknya, acara ini juga bertepatan dengan proses pengusulan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional, menempatkan forum akademik sebagai tempat uji publik yang objektif terhadap kiprah dan dampak perjuangannya.
Lebih dari 500 peserta dari kalangan pejabat, akademisi, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat hadir, menciptakan ruang diskusi lintas generasi tentang pentingnya ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan tidak tercerabut dari akar sejarahnya.
“Ini bukan hanya tentang masa lalu. Ini tentang bagaimana kita merancang masa depan ekonomi bangsa dengan fondasi yang kuat dan berkarakter,” tutup Rektor Asep. (*)
Komentar