Gorontalo Berlakukan Sekolah Lima Hari Mulai Tahun Ajaran Ini

Gorontalo - Provinsi Gorontalo memberlakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama lima hari dalam sepekan, mulai tahun ajaran ini.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki mengatakan, pemprov akan memberlakukan lima hari sekolah terhadap SMA, SMK dan SLB yang berada di bawah kewenangannya.
"Ini telah menjadi kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan seluruh jajaran kepala sekolah SMA/SMK/SLB," kata di sela-sela peluncuran sekolah lima hari di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo, Senin (10/7).
Dalam penerapan sekolah lima hari ini kegiatan belajar mengajar (KBM) akan lebih lama dari sebelumnya. Karena itu sekolah sudah harus menyiapkan sarana dan prasarana, seperti musala dan makanan di kantin.
Sekolah harus menyiapkan musala atau tempat salat karena siswa dan guru akan melalui dua kali waktu salat selama di sekolah. Kantin sekolah juga harus menyediakan makanan-makanan yang lebih bergizi.
Sekolah lima hari, menurutnya, bukan berarti libur pada hari Sabtu dan Minggu. Namun digunakan untuk dapat mengeksplorasi diri, apa yang menjadi minat dan hobi.
Kepala SMAN 5 Gorontalo Farida Helingo menyatakan sekolahnya sudah siap untuk menerapkan KBM lima hari. Penerapannya juga sudah disosialisasikan kepada orangtua dan wali murid.
"Mulai 10 Juli 2023, siswa siswi akan masuk tepat 07.15 WITA, di mana sebelumnya masuk jam 08.00 WITA. Untuk waktu pulang agak berbeda. Yakni tepat pukul 16.00 WITA karena ada tambahan jam ekstrakurikuler," terangnya.
Perubahan waktu KBM di sekolah itu sudah disosialisasikan secara intensif kepada murid, khususnya siswa kelas 11 dan 12.
Komentar