Penumpukan Pupuk Bersubsidi di Sergai Bisa Picu Kenaikan Harga Pangan

Ilustrasi.

Medan - Pengamat ekonomi khawatir terjadinya penumpukan pupuk bersubsidi di Kabupaten Serdangbedagai bisa memicu kenaikan harga pangan di Sumatra Utara.

Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi Sumut, mengatakan temuan penumpukan ratusan ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) telah mengejutkan publik di provinsinya.

"Temuan itu sangat berpotensi memicu terjadinya kenaikan harga komoditas pangan," ujarnya, Kamis (20/7).

Dia menuturkan, sebelum adanya temuan tersebut para petani di Sumut sudah banyak mengeluhkan kelangkaan pupuk, terutama pupuk bersubsidi. Kelangkaan itu saja sudah memicu kekhawatiran potensi gangguan tanam yang bisa menurunkan produksi tanaman pangan.

Ditambah lagi dengan kabar temuan penumpukan ratusan ton pupuk bersubsidi di Sergai, semakin berpotensi memicu terjadinya kenaikan harga komoditas pangan. Terlebih, Sergai merupakan salah satu daerah sentra produksi pangan di Sumut.

Karena itu temuan tersebut harus ditindak-lanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. Masyarakat, khususnya petani, harus mengetahui alasan penumpukan pupuk tersebut sehingga tidak berspekulasi liar. Apakah penumpukan pupuk itu memang merupakan tindakan yang disengaja, pasokan cadangan yang normal atau diperuntukkan bagi masa tanam selanjutnya.

Jika tumpukan pupuk bersubsidi tersebut secara sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk keuntungan sendiri, maka menurut Gunawan tindakan itu tidak bisa dimaafkan. Tindakannya bukan hanya merugikan petani, tetapi juga masyarakat luas karena bisa memicu terjadinya kenaikan harga pangan.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...