Ekonomi dan Bisnis
Forkopimda Sumut Keheranan Lihat Stok Bahan Pokok Cukup Tapi Harga Makin Mahal

Medan - Para pejabat Forkopimda Sumut seperti merasa keheranan mencermati fakta bahwa stok bahan pokok di daerahnya dalam kondisi memadai tetapi harga justru semakin mahal.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan, ketersediaan sebagian besar bahan-bahan pokok di daerahnya dalam kondisi baik. Bahkan tidak sedikit di antaranya kelebihan stok (surplus).
"Namun inflasi masih cukup tinggi," ujarnya, Jumat (10/3).
Harga telur ayam, minyak goreng dan gula pasir di Sumut misalnya, bahkan berada di atas rerata Sumatera dan Jawa. Begitu juga dengan bawang putih.
Bawang putih malah menjadi pendorong laju inflasi yang signifikan saat ini. Dari angka inflasi Sumut pada Februari 2023 yang sebesar 5,88% (yoy), kenaikan harga bawang putih menyumbang 4,62% (mtm).
Menurut Edy, batas atas inflasi Sumut saat ini adalah 3+1, sedangkan batas bawahnya 3-1. Oleh karena ini menurutnya, inflasi 5,88% sudah sangat tinggi. Tingginya angka inflasi itu berpengaruh besar bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
Dia melihat ada tiga faktor yang perlu diperhatikan terkait anomali ini, yaitu rantai distribusi, spekulan dan infrastruktur. Edy memastikan dirinya akan mencari kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.
Terlebih, tidak lama lagi masyarakat akan memasuki suasana bulan puasa dan Lebaran. Yang mana kondisi "klasik" dalam suasana itu adalah naiknya harga barang, terutama bahan pokok.
Dia berjanji akan menemukan kebijakan yang tepat selambatnya dua minggu ke depan.
Keheranan serupa dialami Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak. Irjen Panca juga heran, sebagian besar bahan pokok di Sumut tersedia dan jumlahnya cukup, tetapi harga malah semakin mahal.
Dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Gubsu mengenai kemungkinan tiga faktor penyebabnya.
"Barang ada tetapi, inflasi tetap tinggi itu karena cost kah, rantai distribusi kah atau spekulan," ujar Kapolda.
Irjen Panca mengatakan TPID harus bekerja keras untuk mengatasi ini. Salah satu yang perlu terlebih dahulu dikejar saat ini adalah basis data.
Dia yakin bila tidak memiliki data maka akan sulit mendeteksi dengan pasti penyebabnya serta menentukan kebijakan yang akan diambil.
Kendati demikian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Doddy Zulverdi mengatakan, Sumut sudah cukup baik mengendalikan inflasi. Kenaikan harga bahan pokok saat ini dinilainya masih dalam batas wajar.
"Kita cukup baik dalam mengendalikan inflasi jika dibandingkan dengan daerah lain. Harga komoditas pangan juga masih dalam tahap wajar. Namun hingga 6 Maret memang terjadi kenaikan harga bahan pokok," katanya.
Komentar