Pendidikan

1.200 Pelajar SMA di Tapanuli Utara Ikuti Bimbel Gratis

Bupati Nikson Nababan (kemeja putih).

Namun Nikson mengatakan dirinya selalu berprinsip kalau orang lain bisa, maka dia juga harus bisa. Dia juga mengatakan, saat ingin berkuliah ia tidak pernah mengikuti bimbingan belajar untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Oleh karena itu, kesempatan mengikuti bimbel yang diberikan PDI Perjuangan dan Partogi ini agar dimanfaatkan peserta dengan sebaik-baiknya.

"Raih lah cita-citamu. Raih impianmu menjadi orang-orang hebat sukses ke depan. Tekun belajar, ikuti terus jangan pernah menyerah. Kepada Ganesha, kalau bisa ada laporan ke saya terkait pelaksanaan bimbel ini. Barangkali ada kendala, ada yang lamban, kita buat inovasi seperti apa nanti. Karena saya mengharapkan semua peserta bisa masuk, atau minimal 85 persen peserta masuk ke PTN," tuturnya.

Lebih lanjut Nikson mengungkapkan impiannya mengenai pendirian PTN di Taput. Dengan begitu daerahnya tidak lagi mengirim sumber daya manusia dengan usia produktif ke luar kota.

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan filosofi orang Batak, "Anakhon hi do hamoraon di ahu (anak adalah harta yang paling berharga).

"Mudah mudahan (pendirian PTN di Taput) dapat disetuju oleh bapak Presiden," ungkapnya.

Kasi SMA Disdik Cabang Wilayah Sumut Rudyanto Sinaga mengatakan, pada tahun sebelumnya jumlah siswa SMA sederajat di Taput yang masuk ke PTN hanya di angka 27 persen dari jumlah kelulusan Siswa SMA.

Dia berharap bimbel ini dapat menambah jumlah kelulusan siswa SMA di Taput di PTN.

"Dan impian kita semoga segera terwujud dengan berdirinya universitas negeri di Tapanuli raya," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...