Kelompok Pemanah di Medan Mampu Hasilkan Pengawet Alami dari Kulit Udang

Setelah peningkatan produksi itu berjalan, mereka berencana membuat berbagai produk turunan atau diversifikasi produk. Seperti bahan hand sanitazier, edibel coating dan pembalut luka pada penderita diabetes.
Dengan begitu, produk kitosan mereka dapat semakin bernilai ekonomi. Padahal sebelumnya, para pengupas kulit udang di Kelurahan Pekan Labuhan hanya menjadikan limbah tersebut sebagai pakan ternak.
Limbah udang dibiarkan begitu saja menumpuk untuk pakan ternak. Karena menumpuk, limbah udang tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap ke lingkungan sekitar. Syahrizal optimistis kedua rencana bisnis itu dapat direalisasikan karena selain didukung Pertamina, mereka juga mendapat pendampingan dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Menurut Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, dukungan yang diberikan ke kelompok Pemanah berasal dari program CSR perusahaan. Pogram kitosan ini merupakan pengembangan dari program CSR sebelumnya yaitu, Pekan Labuhan Bestari (Pelari).
"Produksi kitosan ni merupakan bentuk komitmen kelompok binaan CSR FT Medan Group untuk terus kolaborasi dan berinovasi. Sebelumnya, kami menerapkan inovasi ecoenzym pada program Pelari, dan saat ini mengembangkan kitosan,” ungkapnya.
Komentar