Tekan Stunting, Pemkot Binjai Andalkan Program Smoting

Ilustrasi.

Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia pada 2021, prevalensi stunting di Kota Binjai berada di angka 21,7% dengan kejadian balita stunting sebanyak 93 orang. Sementara pada 2022, prevalensi stunting di Binjai berada di angka 18,7% dengan kejadian balita stunting 63 balita (menurun 3%).

Pada 2023, Pemkot Binjai menargetkan prevalensi stunting di daerahnya turun lagi menjadi 15,91% dan pada 2024 tinggal sebesar 12,81%. Target itu menjadi tantangan dan tugas yang harus ditangani Pemkot Binjai lebih serius.

Ini merupakan tugas bersama instansi-instansi terkait, khususnya tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kota Binjai yang telah terbentuk. Mereka harus terus mendorong terlaksananya intervensi sensitif dan intervensi spesifik dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga lintas OPD.

Lebih lanjut dia juga telah menginstrusikan peningkatan kolaborasi dan sinergitas sesama OPD untuk mempercepat penanganan dan penurunan stunting. Mulai dari program peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pemenuhan gizi dan intervensi bagi keluarga prasejahtera.

Begitu pun faktor-faktor lain yang berkaitan, seperti penyediaan sanitasi dan air bersih bagi masyarakat. Kemudian memfokuskan intervensi spesifik maupun sensitif bagi keluarga berisiko stunting, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas serta balita di 1000 hari pertama kehidupan.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...