Akhir Periode Eramas

Lima Tahun Dipimpin Edy-Ijeck, Birokrasi Pemprov Sumut Dinilai Amburadul

Diskusi Publik "Refleksi Akhir Masa Kepemimpinan Eramas" yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut dan Konsultan Media Politik, Ciskom, Senin (4/9).

"Kita butuh sosok pemimpin yang kuat dan tegas. Kita cari sosok yang tepat pada saat itu. Maka kita temukan ada pada sosok Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck). Itulah alasannya kita habis-habisan mendukung pasangan yang dikenal dengan Eramas itu," ungkap Sugiat.

Latar belakang Edy Rahmayadi yang merupakan purnawirawan TNI AD berpangkat Letnan Jendral, sekaligus mantan Pangkostrad, dianggap Gerindra menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Sumut pada saat itu.

Namun ternyata, Edy dan Ijeck tidak mampu menuntaskan persoalan tata kelola birokrasi selama lima tahun memimpin. Hal itu dapat dilihat bagaimana Edy-Ijeck terkesan "kejar tayang" dalam melantik pejabat eselon di pemprov Sumut.

"Konyolnya, ada yang sudah meninggal tapi masih dilantik dan di SK-kan, maka bagi menurut saya Tata Kelola Birokrasi hancur lebur di tangan Edy Rahmayadi," ujar Sugiat.

Selain Sugiat, diskusi publik ini juga menghadirkan beberapa politikus daerah, seperti Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto, Sekretaris DPD Golkar Sumut Ilhamsyah, serta akademisi Dekan FISIP UMSU Dr Arifin Saleh Siregar.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...