Kawasan Industri Kendal Dapat Harga Gas Bumi Lebih Murah

"Khusus untuk Kendal, terdapat potensi jargas sekitar 10.000 rumah tangga,"imbuh Tutuka.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Harry Sidharta bersyukur atas rampungnya pipanisasi Cisem Tahap I untuk kebutuhan industri dan rumah tangga. Untuk mendukung pengaliran gas Pipa Cisem-1, PGN membangun pipa distribusi yang mengalirkan gas dari Pipa Cisem-1 ke Kawasan Industri Kendal.

"Puji syukur, PGN berhasil menyelesaikan pembangunan pipa distribusi dari Pipa Cisem menuju Kawasan Industri Kendal (KIK) dan gas sudah dapat mengalir," ungkapnya.

PGN, kata dia, menaruh perhatian besar terhadap penyelesaian jaringan pipa ini karena dapat memenuhi kebutuhan energi gas bumi yang handal bagi penggunanya di KIK.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah Jawa Tengah dan seluruh stakeholder atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Dengan dukungan itu PGN memiliki kesempatan untuk membangun infrastruktur distribusi gas bumi dari Pipa Cisem menuju KIK sepanjang sekitar 8 km.

"Diharapkan tidak hanya pertambahan infrastruktur gas bumi dan pendapatan bagi PGN, tetapi juga mendorong pertumbuhan pemanfaatan gas bumi di wilayah Jawa Tengah bagian utara," tuturnya.

Direktur Perencanaan Dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Laode Sulaeman, menyatakan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk memberi pasokan gas yang terintegrasi. Yakni untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Jawa serta mendorong tingkat perekonomian.

"Pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang bangun pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang tahap 1 (Ruas Semarang-Batang) dilaksanakan secara multiyears (tahun jamak) 2022 dan 2023 selama 15 bulan terhitung mulai 23 Mei 2022 s.d 22 Agustus 2023," ungkapnya.

Adapun pekerjaan konstruksi yang dilakukan yakni, pembangunan jalur pipa gas diameter 20" sepanjang sekitar 60 km serta pembangunan Stasiun Gas ESDM di Semarang dan Batang.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...