Harimau Sumatra Kembali Sekarat, Izin Konservasi Medan Zoo agar Dicabut

Dia meyakini pihak-pihak yang paling bertanggungjawab tidak memiliki kemauan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mereka juga tidak terbuka dengan berbagai permasalahan tersebut.
Dalam hal ini, pihak-pihak yang paling bertanggungjawab adalah Pemkot Medan dan balai konservasi sumber daya alam. Dia menilai kedua pihak tersebut selama ini hanya sebagai "pemadam kebakaran" sehingga masalah yang terjadi di Medan Zoo terus berulang.
"Mereka baru bersikap setelah ada satwa yang mati, tidak memberi perhatian untuk mengantisipasi," imbuh Dana yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Green Justice Indonesia.
Lebih jauh dia menuturkan, apa yang terjadi di Medan Zoo juga akibat dari kekeliruan dalam prinsip pengoperasian. Yang mana Medan Zoo selama ini dioperasikan hanya untuk kepentingan komersial belaka, bukan sebagai sarana edukasi dan konservasi.
Dia menegaskan, Medan Zoo seharusnya tidak hanya untuk mendatangkan uang, tetapi juga sebagai sarana konservasi dan edukasi bagi masyarakat. Bila Medan Zoo juga sebagai sarana komservasi dan edukasi, maka seharusnya satwa-satwa di sana tetap dirawat dan dilindungi meski tidak ada pengunjung.
"Ini kan tidak. Itu mencerminkan hanya uang yang dipikirkan. Karena tidak ada cuan, maka (satwa) dibiarkan tidak makan," cetusnya.
Komentar