Keluarga Korban Penembakan Tawuran Belawan Melapor ke Propam

Dari hasil pemeriksaan medis di RS Pirngadi, korban tewas akibat luka tembak di bagian kepala. Kepala korban tertembus peluru tajam dari arah belakang ke depan.

Adela mengatakan, keluarganya berharap Propam Polda Sumut mengusut penembakan ini. Pihak keluarga meyakini peluru yang menewaskan RF berasal dari senjata api polisi.

Menurut Penasihat Hukum Keluarga Korban, Helmax Alex Sebastian Tampubolon, pada saat kejadian, terdapat beberapa saksi mata yang melihat adanya personel polisi mengendarai mobil patroli melintas. Setelah itu terdengar suara letusan yang diduga berasal senjata api dan kemudian korban terlihat roboh.

"Jadi, ada dugaan korban ditembak dari jarak dekat," imbuhnya.

Jika polisi melakukan penembakan itu untuk membubarkan tawuran atau karena merasa terancam, maka dia menilai, tidak seharusnya diarahkan langsung ke massa. Tindakan polisi harus didahului dengan tembakan peringatan ke udara.

"Kalaupun dia (polisi) merasa diserang, dia harus melakukan pelumpuhan, bukan mematikan," ujarnya.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...