Ekonomi dan Bisnis

Harga Beras Mahal, Pemerintah Diminta Perkuat Bulog Kuasai Pasar

Kemasan beras Bulog yang dijual di Pasar Petisah, Medan.

Kenaikan harga ini, lanjut dia, akan membuat perusahaan swasta membeli harga beras di atas beras Bulog.

Pada sisi lain, kata Gunawan, harga beras yang kini mengalami kenaikan pun pada dasarnya adalah hal yang wajar karena biaya tanam padi belakangan ini mengalami peningkatan. Pemicunya adalah kenaikan biaya input produksi.

Antar lain pupuk, pestisida, hingga biaya buruh tani, termasuk untuk pengolahan lahan dan panen. Namun yang menjadi persoalan selanjutnya adalah, pihak swasta kerap menjadikan harga pembelian Bulog sebagai harga acuan.

Karena itu, jika Bulog melakukan pembelian di harga Rp9.950, maka swasta akan membeli diatas harga itu.

"Jadi ada perang harga di lapangan saat ini," kata Gunawan.

Dan bukan hanya beras, pembelian gabah juga begitu. Pihak swasta kerap melakukan pembelian di atas harga yang ditetapkan Bulog. Ditambah lagi saat ini musim panen padi tidak serentak.

Dengan kondis itu dia melihat pemerintah menghadapi dilema dari kebijakannya sendiri. Bila pembelian gabah dan beras tidak dinaikkan, maka petani bisa merugi dan bisa menurunkan minat petani untuk tanam padi.

Namun jika dinaikkan, maka perang harga antara Bulog dengan swasta kerap terjadi. Akibatnya, konsumen yang selalu dirugikan.

Ironisnya, perang harga terjadi di saat biaya input produksi sedang tinggi sehingga bisa menyebabkan harga beras kian sulit dikendalikan.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...