Perjalanan Yogya-Jabar Terhenti, Komaruddin Alami Pendarahan di Tapak Kaki

Komaruddin Rahmat.(istimewa)

"Aksi jalan kaki saya telah menemukan momentum dan makna, karena kesehatan saya prima tidak ada keluhan apapun sepanjang perjalanan, padahal saya adalah mantan stroke dengan jenis serangan Hemarogic atau pecah pembuluh darah dan lansia pula," tuturnya.

Kejadian pendarahan di telapak kaki, ungkap Komaruddin, merupakan persoalan teknis yang diakibatkan lemahnya pengetahuan dia tentang kiat berjalan jauh.

Dari postingan video yang dikirimkan tenaga medis pendamping perjalanan Komaruddin, tampak lapisan kulit di telapak kaki kiri dekat sela jari terkelupas dan terjadi pendarahan.

Beberapa kali Komaruddin tampak mengerang nyeri saat seorang tenaga medis memeriksa bagian luka dan memberikan pengobatan.

"Saya mengenakan sepatu baru dan kedua kaki tidak diolesi minyak komando terlebih dahulu, yaitu minyak kelapa dicampur bawang merah yang ditumbuk," katanya.

Aksi longmarch Komaruddin yang didukung Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Yogyakarta dan Cahaya Foundation melintasi jalur selatan Pulau Jawa melewati kabupaten/kota.

Antara lain, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut hingga di garis finish Bandung.

Tekad Komaruddin berjalan kaki juga terinspirasi dari perjalanan tentara Divisi Siliwangi dari Yogyakarta ke Bandung akibat keruntuhan Perjanjian Renville. Semangat juang itu dia bawa ke dalam upaya longmarch kali ini.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...