Pengungsian Warga Terdampak Banjir Bandang Humbas Dipusatkan ke Aula Kecamatan

"Mereka datang untuk memberi pendampingan penanganan darurat," imbuhnya.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulisnya mengatakan pendampingan itu merupakan instruksi langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Pendampingan tersebut meliputi arahan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana. Hal itu agar seluruh stakeholder maupun dunia usaha dapat segera memberi dukungan sesuai kebutuhan.
Kedua adalah arahan untuk mengaktivasi posko darurat sebagai pusat komando seluruh upaya penanganan darurat. Mencakup operasi pencarian dan pertolongan, penyelamatan warga terdampak, penanganan pengungsi, logistik dan peralatan, komunikasi publik, kesehatan dan sebagainya.
Aspek pendampingan ketiga adalah pembuatan skema per sektor untuk memudahkan upaya pencarian dan pertolongan. Di samping itu, dengan mempertimbangkan kondisi jenazah korban longsor, maka periode pencarian agar dimaksimalkan selama tujuh hari.
Abdul Muhari juga menyatakan, melihat dari besaran dampak dan kebutuhan selama masa tanggap darurat, BNPB pun akan memberi dukungan dalam bentuk Dana Siap Pakai (DSP) berikut logistik dan peralatan.
Jenis-jenis peralatan yang diberikan meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, sembako, selimut, matras, velbed, lampu penerangan, genset listrik serta mesin pompa air dan selangnya.
"Seluruh dukungan itu akan diserahkan secara langsung oleh Kepala BNPB dalam kunjungan ke lokasi terdampak yang direncanakan pada Senin (4/12)," pungkasnya.
Komentar